• 5 March 2026

5 Makanan Olahan Daging Khas Iran

uploads/news/2026/03/5-makanan-olahan-daging-22980a09ebba02b.jpeg

Jagad Tani - Iran sudah sejak dahulu dikenal sebagai salah satu pusat kuliner tertua di dunia nih Sahabat Tani, dengan tradisi memasak yang telah berkembang selama ribuan tahun sejak era Kekaisaran Persia.

Dalam khazanah kuliner Iran, hidangan berbahan dasar daging terutama domba, sapi, dan ayam, menjadi bagian penting dari identitas nasional. Berikut lima makanan olahan daging khas Iran yang populer dan memiliki nilai sejarah serta budaya kuat.

Baca juga: Tiga Fakta Unik Pertanian Pakistan dan Afghanistan

1. Jujeh Kabab

Jujeh Kabab ialah hidangan ayam panggang yang sangat populer di Iran. Kata jujeh berarti anak ayam dalam bahasa Persia, sementara kabab merujuk pada teknik memanggang di atas bara api.

Hidangan ini biasanya dibuat dari potongan ayam dengan atau tanpa tulang yang direndam dalam bawang bombay cincang, jus lemon, kunyit, garam, dan terkadang saffron. Setelah dimarinasi, ayam ditusuk dan dipanggang di atas arang.

Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), konsumsi daging unggas di Iran meningkat signifikan sejak dekade 1990-an karena harganya lebih terjangkau dibanding daging merah. Jujeh Kabab pun menjadi menu wajib dalam acara keluarga, piknik (sizdah bedar), hingga restoran tradisional di seluruh negeri.

2. Kebab-e Barg

Kebab-e Barg secara harfiah berarti kebab daun, merujuk pada potongan dagingnya yang tipis dan lebar. Hidangan ini menggunakan tenderloin sapi, sirloin domba, atau ayam yang dimarinasi dengan bawang dan saffron, lalu dipanggang di atas bara api.

Kebab-e Barg dikenal karena teksturnya yang sangat empuk dan aroma saffron yang khas. Biasanya disajikan bersama nasi basmati, tomat panggang, mentega, dan taburan sumac (bumbu bubuk berwarna merah keunguan dari buah beri kering Rhus coriaria yang memberikan rasa asam segar seperti lemon).

Secara historis, teknik memanggang daging di wilayah Persia telah tercatat sejak zaman Kekaisaran Achaemenid (sekitar 550–330 SM). Tradisi kebab kemudian menyebar luas ke kawasan Timur Tengah, Kaukasus, hingga Asia Selatan melalui jalur perdagangan dan ekspansi budaya Persia.

3. Ghormeh Sabzi

Ghormeh Sabzi (juga dieja khoresht sabzi atau qormeh sabzi) adalah rebusan daging domba atau sapi yang dimasak bersama campuran herba seperti peterseli, daun bawang, dan bayam, ditambah kacang merah serta lemon kering (limoo amani).

Hidangan ini secara luas dianggap sebagai salah satu makanan nasional Iran. Ciri khasnya yaitu penggunaan herbal dalam jumlah besar, karena pengaruh kuat dari tradisi agrikultur Iran yang berkembang sejak ribuan tahun lalu.

Menurut berbagai kajian kuliner Timur Tengah, Ghormeh Sabzi telah menjadi bagian dari pola makan masyarakat Persia setidaknya sejak beberapa abad lalu, dan kini menjadi menu standar dalam perayaan keluarga, acara resmi, hingga restoran Iran di luar negeri.

Baca juga: Menu Masakan Berbuka dari Ikan Gurame Padang

4. Dizi (Abgoosht) 

Dizi, juga dikenal sebagai Abgoosht, yakni sup rebusan daging domba, kentang, dan kacang-kacangan yang dimasak dalam waktu lama. Kata ab berarti air dan goosht berarti daging, sehingga Abgoosht secara harfiah berarti kaldu daging.

Secara tradisional, hidangan ini dimasak dalam wadah tanah liat khusus yang juga disebut dizi. Penyajiannya unik, kuahnya dipisahkan untuk disantap terlebih dahulu, sementara daging dan kacang-kacangan ditumbuk hingga menjadi campuran padat sebelum dimakan bersama roti.

Dizi dikenal sebagai makanan kelas pekerja di Iran pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, karena bahan-bahannya relatif sederhana namun bernilai gizi tinggi. Hingga kini, restoran khusus Dizi masih mudah ditemukan di kota-kota besar seperti Teheran.

5. Fesenjan

Fesenjan (atau Fesenjoon) adalah rebusan kental khas Iran Utara yang dibuat dari kaldu ayam atau bebek, kenari cincang, dan pasta delima. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih, manis, dan asam yang kompleks.

Akar sejarah hidangan ini diyakini berasal dari era Kekaisaran Sassaniyah (224–651 M), salah satu periode keemasan Persia sebelum kedatangan Islam. Kombinasi kenari dan delima mencerminkan kekayaan hasil bumi wilayah utara Iran, khususnya provinsi Gilan dan Mazandaran di sekitar Laut Kaspia.

Fesenjan umumnya disajikan di atas nasi putih dan kerap hadir dalam perayaan penting seperti pernikahan atau perayaan musim dingin.

Nah Sahabat Tani, itulah makanan dari olahan daging khas negara Iran, sebuah tradisi kuliner yang berasal dari perpaduan antara sejarah, kondisi geografis, serta tradisi agrikultur dan identitas budaya yang telah bertahan selama berabad-abad.

 

 

Related News