China-Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman Perikanan Berbasis Koperasi
Jagad Tani - Sebanyak enam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop) dengan China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center (SCO-ETEC) bersama beberapa perusahaan dari China untuk pembangunan fasilitas perikanan berbasis koperasi.
"Kesepakatan yang kami lakukan adalah khususnya dalam rangka pengembangan potensi sektor perikanan dan kelautan, di dalamnya termasuk pembangunan industri pendukung bagi sektor kelautan dan perikanan," ungkap Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam keterangan persnya, dikutip Sabtu (14/03).
Baca juga: Sektor Perikanan Kepulauan Tanimbar Capai Rp834 miliar
Adapun isi dari MoU tersebut, mencakup pembangunan beberapa fasilitas seperti pabrik es, cold storage, galangan kapal, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala mini terutama yang akan dikelola oleh koperasi desa/kelurahan (kopdes) merah putih.
Dijelaskan oleh Ferry, bahwa Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar, tetapi masih menghadapi kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir.
"Dengan penandatanganan ini kita harapkan bisa meningkatkan potensi kapasitas perikanan dan sekaligus mengurangi bahkan menghilangkan kemiskinan di desa pesisir terutama para nelayan di Indonesia," lanjutnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan perikanan berbasis koperasi yang modern dan terintegrasi. Sehingga, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk dari SCO-ETEC, kopdes merah putih dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua SCO-ETEC Yang Zijun menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penguatan ekosistem industri perikanan Indonesia.
Selain itu, ia juga turut mengapresiasi program koperasi desa/kelurahan merah putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
"Kebijakan yang sangat merakyat ini membuat kami penuh dengan kepercayaan terhadap masa depan Indonesia," ujarnya.
Ditambahkan Zijun, jika kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak sekaligus memperkuat sinergi ekonomi yang telah terjalin.
"Kami siap memahami lebih dalam mengenai iklim investasi dan kebutuhan pasar di Indonesia serta berdiskusi dengan berbagai pihak di Indonesia mengenai peluang kerja sama di bidang perikanan, kawasan industri, pertanian dan logistik," tukasnya.
