• 18 July 2024

Ternak Ayam Pelung Punya Prospek Menjanjikan

“Selain menguntungkan, merawat ayam pelung juga sangat mudah seperti ayam kampung biasa”

Hobi jika ditekuni bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Seperti yang dilakoni Wakhid Yusuf Permana warga Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pria berusia 25 tahun ini maraup cuan dari hobinya menyukai ayam pelung. Kecintaannya terhadap ayam yang memiliki suara kokok panjang ini dimulai pada tahun 2017 silam. "Dulu modal pertama Rp500.000 saya belikan sepasang ayam pelung. Kini sudah beranak pinak. Selain menguntungkan, merawat ayam pelung juga sangat mudah seperti ayam kampung biasa," ujarnya kepada Jagad Tani belum lama ini.

Baca juga: Rahasia Ayam Pelung Cepat Besar

Menurutnya, ternak ayam pelung semakin diminati, mengingat prospek dari usaha ini sangat menjanjikan. Bahkan, di tengah pandemi covid-19, permintaan ayam pelung cukup tinggi. Setidaknya sudah sekitar 200-an ekor ayam pelung terjual. Konsumen rata-rata dari wilayah Soloraya seperti Klaten, Solo, Boyolali, Sukoharjo, dan sekitarnya. "Untuk pemasaran selama ini melalui online dan jaringan teman-teman dari komunitas," ujarnya.

Wakhid mengatakan, harga ayam pelung cukup mahal karena tergolong sebagai ayam kontes. Usia baru menetas sampai tujuh hari harganya bisa sampai Rp50.000 per ekor.

Baca juga: Raup Untung dari Ayam Pelung

Kemudian untuk usia satu bulan mencapai sekitar Rp100.000 per ekor. Sedangkan selebihnya atau usia dewasa sampai jutaan rupiah tergantung kualitas ayam. Bahkan bisa puluhan juta untuk ayam pelung kelas kontes. "Paling mahal itu kalau di teman-teman kontes ada yang pernah ditawar sampai Rp60 juta. Tapi kalau saya sendiri terakhir jual itu Rp1 juta karena belum berpredikat juara di kontes," ujarnya.

Baca juga: Tips Budidaya Ayam Pelung

Terkait suara kokok ayam pelung, menurut Wakhid, standarnya antara 10 sampai 13 detik. Namun banyak juga yang lebih dari itu, bisa sampai 20 detik. "Kelebihan ayam pelung ada tiga, yang pertama dia di suara, kemudian di bobotnya karena memang bobot yang tercatat sampai delapan kilo untuk ayam jantan dewasa. Kemudian yang terakhir penampilannya, karena memang mencirikan ayam yang benar-benar dari ujung kepala sampai ujung ceker," ujarnya.

Baca juga: Demi Melestarikan Ayam Kampung Asli

Related News