• 6 October 2022

Pentingnya Digital Marketing Produk Kopi 

Jagadtani - Usaha produk kopi kekinian makin menjamur di berbagai daerah di Indonesia seiring naiknya penggemar kopi. Hal ini tentu juga mendongkrak peningkatan ekonomi petani kopi di Tanah Air.

 

Menurut akademisi dari Universitas Budi Luhur, Doddi Wihardi, kopi bisa berkaitan dengan benyak hal. Misalnya dengan pariwisata, ekonomi, politik dan lain sebagainya. Artinya, kopi berpeluang bisa masuk ke semua sektor kehidupan. 

 

Menekuni bisnis kopi tidak bisa lepas dari pengelolaan manajemen dan pemasaran yang baik. Terlebih lagi di era modern sekarang ini para pelaku usaha juga harus akrab dengan dunia digital. Salah satunya digital marketing.

 

"Kalau kita bicara digital marketing, sebetulnya jangan buang pemahaman yang konvensional. Jadi arti digital itu bukan berarti memusuhi yang konvensional. Kalau gak ada konvensional kan gak ada digital. Jadi secara esensi sebetulnya sama, yang membedakan itu hanyalah alatnya. Itu sebuah konsekuensi yang harus kita jalani dan hadapi, siap atau gak siap. Termasuk juga di dunia bisnis kopi. Karena realitasnya seperti itu," ujar Doddi saat menjadi pembicara di acara Talkshow Kopi Industri dan Digital Marketing pada gelaran Jogja Coffee Week #2 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta pada 3 September 2022.

 

Doddi menjelaskan, pelaku usaha produk kopi kekinian harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman yang saat ini arahnya sudah memakai digital. 

 

"Menurut saya yang perlu digarisbawahi berkaitan dengan marketing yang terpenting esensinya adalah bagaimana komunikasi dilakukan oleh produsen ke konsumen. Sehingga produsen itu tahu apa kebutuhan konsumen dan sejauh mana kebutuhan konsumen itu bisa dipenuhi sesuai SDM yang dimiliki oleh produsen," ujarnya.

 

Berkaitan dengan dunia digital, lanjut Doddi, digital marketing adalah bagaimana pemasaran dilakukan menggunakan perkembangan teknologi. Jadi dengan teknologi kekinian ini bisa dipakai dan diadopsi untuk mencapai tujuan pemasaran.

 

"Ada beberapa langkah atau strategi yang berkaitan dengan dunia marketing, misalnya dalam bisnis kopi. Pertama, melakukan riset atau penelitian. Karena dengan kita melakukan riset itu akan menjadi data penting untuk kita menyusun perencanaan atau konsep. Karena kadang kelemahan kita dalam pemasaran, kita tidak tahu kita akan mengkonsep apa. Ini kita buka kopi shop konsepnya apa. Ketika kita tidak punya konsep maka pasti kita tergilas dengan yang lain," jelasnya.

 

Doddi mengatakan, dalam menentukan konsep perlu melakukan riset terlebih dahulu. Hal itu untuk mengetahui perkembangan pasar, termasuk menentukan segmentasi. 

 

"Pada zaman dahulu ngopi indentik dengan para orangtua. Tapi seiring perkembangan zaman sudah bertransformasi ngopi itu ya budaya anak muda. Untuk itu cita rasa sangat penting karena termasuk strategi pemasaran juga. Karena kalau konsumen sudah menganggap tidak enak ya selesai sudah, mati sudah usaha kopi kita," ujarnya.

 

Doddi menjelaskan, di dunia digital marketing pelaku usaha wajib memiliki akun media sosial. Hal ini agar bisa terhubung langsung dengan target pasar yang diinginkan. Terlebih lagi saat ini mayoritas masyarakat sudah melek dengan teknologi.

 

"Semua akun kita harus punya, semua platform itu harus kita masuki seperti Facebook, Twitter, Instagram, hingga TikTok. Kita harus melek tentang itu. Tapi punya akun saja tidak cukup. Akun itu mau diapakan. Harus diurus. Berarti strategi selanjutnya adalah konten, sejauh mana kita menyiapkan konten-konten. Dan konten itu jangan dianggap sederhana. Artinya, konten harus terarah sesuai konsep," jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia, Jogja Coffee Week #2, Rahadi Saptata Abra, mengatakan, Jogja Coffee Week digelar selama lima hari dari tanggal 3 sampai 6 September 2022. Kegiatan ini menjadi ajang perjumpaan antara pelaku industri kopi dengan pasar. Event ini juga menjadi wadah promosi dari pemula, UMKM, hingga perusahaan.

 

Selama lima hari digelar, ada banyak rangkaian kegiatan, meliputi kompetisi JCW Brewers Cup Championship, JCW Cup Taster Championship, JCW Latte Art Throw Down, dengan para juri profesional.

 

Kemudian digelar juga barista experience & beverage experience yang mendatangkan para juara, mulai dari barista, brewers dan latte artist.

 

Berbagai workshop juga digelar, antara lain, wokshop sensory dasar, workshop barista & hospitality, workshop latte art, workshop brewers, workshop roastery, serta workshop mixology yang diampu oleh para expertist Champion Nasional dan Internasional.

 

Selain itu talkshow terkait rantai panjang industri kopi juga digelar, di antaranya menghadirkan pakar industri kopi, ahli kesehatan, pakar sejarah, ahli pertanian, pemerhati pangan, akademisi bidang budaya dan sejarah, pelaku perdagangan, sharing UMKM dan industri turunannya.

Related News